Belajar Mendaur Ulang, Bukan Hanya Membuang

Sosialisasi Lingkungan bersama SDN Tumbang Nusa 1

17 November 2018

 

 “Kenapa tempat kalian bisa sering banjir? Ayo…”

Tanya Mariaty selaku fasilitator kegiatan hari itu.

 

“Karena sampah-sampah yang dibuang di sungai, itu yang menyebabkan banjir.”

 

Sahut Galih spontan menanggapi pertanyaan yang dilontarkan di kelas saat itu.

Sontak jawabannya memicu tawa teman-temannya pecah, tetapi merekapun juga setuju dengan jawaban yang disampaikan oleh Galih. Sebab, selain pemukiman tempat tinggal merekayang berada di pinggiran sungai, tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak sampah yang dibuang kesungai. Hal ini jugalah yang menjadi penyebab tiap tahunnya banjir selalu menggenangi desa mereka.

 

Pada hari Sabtu itu, 17 November 2018, juga menjadi kegiatan pertama dari sosialisasi lingkungan yang dilakukan JARI lewat program bersama Universitas Muhammadiyah sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan di Sekolah Dasar Negeri Tumbang Nusa 1 (SDN Tumbang Nusa 1) pun berlangsung fun dan mengedukasi. Sebagian besar anak-anak antusias dan penasaran tentang apa yang mereka pelajari, bahkan sejak pertama kali tim tiba dilokasi. Adapun siswa yang terlibat mulai dari kelas III sampai V.

 

 “Kami senang dengan kegiatan ini. Dan, anak-anak harap mengikuti kegiatan dengan baik ya…Dengar apa yang disampaikan”

 

Sambut Bapak Idris, selaku kepala sekolah SDN Tumbang Nusa 1, sebelum kami memulai kegiatan pagi itu. Setelahnya, kegiatan dilanjutkan dengan menonton video singkat berjudul “My Forest`s Tears.” Video pendek ini bercerita tentang kesedihan yang dirasakan hutan dan alam akibat kehancuran yang dilakukan bertubi-tubi oleh umat manusia. Kemudian diperkuat dengan penjelasan dari Mariaty, selaku fasilitator, sebelum selanjutnya mengajak anak-anak untuk belajar dan bermain dalam kreatifitas membuat bunga dan pot dari plastik dan botol bekas. Dalam kesempatan itu pula, diakukan uji coba sederhana tentang  “kenapa sampah plastik dapat menjadi penyebab terjadinya banjir.” Dijelaskan bahwa hal tersebut karena sampah plastik yang ternyata bisa menahan air terserap oleh tanah dan bisa merusak struktur tanah sebab ia tidak mudah hancur. Selain itu pula, kemampuan tumbuhan untuk menyerap air juga menjadi hilang apabila tumbuhan maupun pohon selalu ditebang serta menyebabkan hilangnya habitat bagi satwa-satwa liar.

 

“Saya pernah melihat Kahiu.”

 

Kata seorang siswa saat membahas tentang habitat satwa liar yang terancam. Menurut anak-anak ini  juga, mereka terkadang masih dapat menjumpai  hewan yang dalam bahasa Indonesia  disebut Orang Utan  ini di Teluk Nusa, sebelah kampung mereka.

 

Kemudian, bersama-sama dalam kelompok, anak-anak ini bermain dengan imajinasinya dalam membuat bunga. Tentu, hal ini tidak hanya akan mengajarkan mereka tentang berkreativitas tetapi juga mengingatkan mereka bahwa tumbuhan juga termasuk aspek penting dilingkungan yang harus kita jaga demi kelestarian dan keindahan alam. Sekaligus mengajarkan mereka tentang pentingnya mendaur ulang, bukan hanya membuang. Semoga lewat kegiatan ini, semakin banyak generasi-generasi muda kita yang peduli dengan lingkungan. (Pinar)